5tahun yang akan datang semua akan berbeda dengan awalnya,dan akan berakhir dengan sempurna atau tidak sempurna
Firda : (sambil melihat buku kenangan SMP N 7 MGL) aduh kok tiba-tiba hatiku cenat-cenut gini sih?*bicara dalam hati.
satu persatu lembar buku ia buka.. dan tepat saat foto salah seorang yang dulu pernah singgah di hatinya.Ia terdiam,teringat lagi memori-memori yang pernah dijalaninya dengan si-dia...
Tiko : (.sambil mengetuk pintu kamar Firda) Firda.. ada tamu tuh di bawah
Firda : suruh keluar pah!
Tiko : (agak kesal)kamu salah ngomong tauk! seharusnya suruh masuk
Firda : oh iyaya.. suruh masuk pah.
#5 menit kemudian Firda pun turun akan menemui tamu itu,tapi ibu Firda memanggilnya
Vani : (sambil membaca majalah) Firda..Firdaa mau kemana kamu nak ?
Firda : mau ke bawah menemui tamu
Vani : (sambil menyerhkan obat) sebelum kamu menemu tamu,tolong antar obat diare ini ke eyangmu,mamah akan membuatkan minuman dulu ke tamu kamu
Firda : (agak malas) ahh mama,,huh baiklah
#Firdapun naik ke kamar neneknya untuk mangantar obat itu dia pun mengetuk pintu kamar eyang..
Mira :masuk cuk.. uhuk..uhuk..
Firda :loh eyang sakit batuk ya?
Mira :iya nih perut eyang dari tadi batuk mulu :(
Firda : (bengong dan bingung) Owh yasudah ini obat nenek
Firdapun berjalan ke dapur menemui ibunya untuk meminta minuman itu untuk tamunya,dia agak sedikit gugup menemui tamu misterius itu. Firda pun menemui tamunya sambil berpikir kira kira siapa ya ?
Firda : (membawa gelas)ehmm.. hai?kamu cari saya?ada apa ya?
Salsa : (gugup dan gemetar,sambil memanggil Firda) Fir..Firr Fir’aun ?
Firda : Salsa?? (gelas yang dibawa indra pun jatuh..*pyar..) .kkk..kamu kok masih hidup eh... mksudku kamu kok ada disini?
Salsa : hah ? apa? Dasar Fir’aun
Firda : (kesal) namaku Firda tauu
Salsa : loh?udah ganti nama toh?
Firda : (agak kesal lalu duduk di kursi) yee namaku dari dulu Firda,ada..ada apa Sa ?
Salsa : (sambil menyerahkan sesuatu dalam bungkusan) ini Fir..aku hanya ingin mengantarkan surat untukmu dari sahabat lamamu yang telah tiada
Firda : (bingung dan kaget,agak sedikit melompat) hah ? sahabat lamaku yang telah tiada ? siapa sa ?
Salsa : (menangis) huhuhu Arifin..Arifin dia telah tiada
Firda : (kaget dan melompat) arifin ? di fia telah tiada ?
Salsa : iya dia telah meninggal satu bulan yang lalu,di juga menitipkan sesuatu untukmu
Firda : (menerima bungkusan itu,sambil agak menangis) ba baiklah..aku akan menerimanya
Di dalam bungkusan itu ada sebuah surat dari arifin yang berbunyi ‘’Hai, kawanku… (sungguh sesuatu yang sulit untuk memulai sebuah percakapan denganmu, alhasil hanya ini yang bisa aku ucapkan. Terdengar garing sekali bukan ?! Silakan kau tertawa !!)
Lama kita tak berjumpa. Ahh, bahkan saling mengucap “Hai” pun kita sudah jarang.
Bagaimana kabarmu ? Aku yakin kau pasti jadi tambah gendut kan ?! Pipimu yang dulu menyembul merah, pasti sekarang tambah montok ranum. Selaksa ingin dicubit. Oh iya, dulu aku kan yang sering mencubiti pipimu itu dengan gemas.
Berapa lama kita tak berjumpa ?
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan atau berapa bulan ? Ahh.. terasa lama sekali, kawan.
Dulu, sepertinya tiada hari tanpamu. Pernah, sehari kau tak ada, rasa-rasanya ada yang hilang,dan kurang tapi mungkin kita tak akan berjumpa untuk selamanya
Apakah sekarang bibirmu itu masih sering mengoceh ?
Melemparkan candaan-candaan ringan nan segar yang selalu menghibur sekelilingmu. Jangan bilang tidak ya !!? Karna, aku suka sekali ocehanmu itu, biarpun terkadang aku tak paham maksudnya. Hahaha….
Apakah kau masih suka mencontek ? bagaimana kabar nenekmu yang verewet itu kawan ? sungguh penyesalan aku tak bias berjumpa denganmu lagi
Dulu, kau suka sekali menuliskan contekan di bukuku itu sangat memabukan. Sampai-sampai aku mengira kalau kau itu titisan Dewa mencontek. Tapi aku salah, kau itu “cuma” pelajar biasa yang akan jadi sahabat selamanya untukku
Aku masih ingat, ketika dulu aku sedang asyik menyedot es teh manisku dengan sedotan, kau datang membawa sedotan, dan kemudian mencelupkannya ke dalam gelas es teh manisku itu.
Kukira kau akan menyedotnya, ternyata aku salah. Kau malah meniup sedotanmu, sehingga di dalam gelas itu timbul gelembung-gelembung, dan suara “Blurpp…blurpp” yang aneh.
Ketika menerima surat ini kemudian membaca nama pengirimnya, kau pasti terkejut campur bingung kan ?! Mengira-ngira ada apa ?! Mungkin juga mengira kalau aku sedang kesurupan setan apa ?! tapi tidak kawan,tidak aku sudah tiada . darahku yang dulu mengalir sudah berhenti,tawaku yang keras kini sudah pudar,aku menyayangimu sama seperti aku menyayangi abangku kawan.jangan bersedih..aku akan tetap ada di sampingmu untuk menemani harimu kawanku
Salam dari sahabatmu yang telah tiada
Arifin….
Firda : (menangis tersedu sedu) bagaimana ini bias terjadi pada sahabatku ? huaahuaaa
Salsa : aku juga tidak tau,tapi sabarlah..semua pasti ada maknanya Firda
Firda : itu benar dia tak akan lekang oleh waktu
Setelah itupun Salsa pamit pualng dan Firda meratapi nasibnya,dari kamr sebelah terdengar sayub sayub suara tawa ternyata itu suara Arifin
Arifin : (Firda..sahabatku kemarilah
Firda : (berjalan menuju kamar itu lalu kaget melihat Arifin) arr arrifin ? sahabatku mengapa engkau pergi mendahuluiku kawan ? aku masih ingin bermain dengan mu seperti dulu waktu kita SMP dulu…
Atria : (mebangunkan Firda) hoyy bangunn ada apa ?Apa mimpiu buruk lagi?
Firda : (mencarai cari sambil menangis) Arifi sudah meti kak..huhuhu
Atria : sabarlah dek,sahabatmu itu tak akan lekang oleh waktu
Firda : iya aku harap dia tenang di Surga sana….
…..TAMAT…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar